Tampilkan postingan dengan label Mahabbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahabbah. Tampilkan semua postingan

Kenapa Alloh Tidak Langsung Mengazab Kita?

Diposting oleh Unknown on Minggu, 14 Juni 2015

Pernahkah kita berfikir, seberapa sering kita berbuat baik? dan seberapa seringkah kita berbuat zalim? entah zalim kepada diri sendiri ataupun zalim kepada orang lain. Omongan yang menyakitkan, perilaku yang merugikan dan semua itu mungkin dan pasti pernah dilakukan. seberapa sering? 1x? 2x? 3x? bahkan begitu banyaknya hingga tidak terhitung. Ingatkah saat kita kecil seringkali berbuat salah dan orang tua menegur. 1x berbuat salah, orang tua menegur, 2x berbuat salah orang tua masih sabar untuk menegur, 3x mungkin sudah mulai amarah orang tua kita terlihat, bagaimana jika 4, 5, 6, 7x dan bahkan berkali - kali. Terkadang orang tua sering meninggikan suaranya dan bahkan memukul anaknya karena sering kali berbuat salah dan sulit untuk diluruskan. Dan bagaimana jika posisinya, kita yang berbuat salah, bermaksiat kepada yang memberi kita hidup, melanggar perintah Alloh Subhanahu wa ta'ala? apakah kita sudah benar - benar mendapatkan teguran atau pukulan? Kenapa Alloh tidak langsung mengazab kita?
Ya, karena bahkan begitu sayangnya Alloh Subhanahu wa ta'ala sampai - sampai teguran itu tidak masuk ke hati kita karena begitu halusnya teguran yang Alloh berikan kepada kita. Allohu rahman, Allohu rahiim. Alloh yang penuh kasih dan sayang yang senantiasa menunggu kita untuk bertaubat kepadanya, untuk kembali ke jalan-Nya yang lurus. Alloh menunggu engkau sampai bersujud menangis dihadapan-Nya dan Menyesali dosa - dosa yang telah kita perbuat. Maka tunggu apalagi? bertaubatlah kepada Alloh, semoga Alloh mengampuni dosa - dosa kita dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Aamiin
Allah سبحانه و تعالى Berfirman : "Katakanlah, "Hai hamba-hamba- Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong" (QS. Az-Zumar 53-54).

Video renungan :
Sumber Video : via Youtube (channel Lampu Islam)
More aboutKenapa Alloh Tidak Langsung Mengazab Kita?
------------------------------------------------------------------------------------

5 Alasan Tidak Memutuskan untuk Pacaran

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 13 Juni 2015

PACARAN itu kata yang sudah terbiasa terdengar diberbagai kalangan bahkan anak SD pun sekarang sudah mengenalnya. Berbeda dengan ane yang dulu masih suka main grobak sodor bro waktu SD, nda mikir gituan. Hehehe....
Ane akan bahas tentang PACARAN. Widiiih.... ehemmm. Ane juga bingung dari mana istilah ‘pacaran’ itu, tapi esensi dari sebuah pacaran adalah menjalin hubungan antara lawan jenis dengan dalih saling cinta, intinya yaitu ‘menjalin’. Menjalin disini juga nda jelas, apakah coba – coba, main – main, atau mencoba untuk komitmen, atau coba bermain – main dengan komitmen. Hloh... hehehe.... Ada yang bilang juga untuk latihan. Ane juga nda tau apa yang bakalan dilatih. Hehehe... oh iya, sebelumnya ane menulis ini tidak bermaksud menyudutkan salah satu pihak, ane hanya berusaha menuliskan dari apa yang ane lihat, pelajari dan bisa diterima secara rasional.
Pertama, Pacaran salah satu penyebab terjadinya sex bebas.
Ane TIDAK bilang “semua yang pacaran berarti melakukan sex bebas”, tapi ini adalah salah satu, pintu, gerbang, jalan untuk mengarah ke hal tersebut. Tapi fakta berbicara demikian bro, jika butuh data statistik hubungan di luar nikah ente bisa cari sendiri diberbagai sumber bisa di internet ataupun yang lainnya. Karena ane mendengar dan melihat langsung bagaimana gaya pacaran anak SD, SMP aja udah ngeriii bro... hehehe... ini bukan rahasia umum lagi. Di media seolah – olah berita seperti ini sudah terbiasa terdengar di zaman sekarang ini.
Kedua, Pacaran bukanlah ajang untuk mendewasakan diri.
Katanya pacaran sih untuk melatih kedewasaan. Tapi nyatanya terbalik, setiap ada masalah saling menyalahkan, mereka sama sekali tidak bisa mendapatkan hal ini dari pacaran, malah yang ada melatih egoisme. Yang satu maunya diperhatiin terus, yang satunya mau ga mau ngalaaaah terus, udah lama pacaran masih dibilang nda peka, kan bisa stroke lama – lama. Hahaha... palingan saling perhatian pas baru – baru aja, kalo udah lama juga keliatan koq. Hehehe... kalopun ada masalah mereka lebih banyak ngambek dan keras kepala tanpa mau mengambil keputusan yang bijak untuk kemaslahatan bersama.
Ketiga, Pacaran tidak ada kata serius.
Mungkin awal – awal pacaran akan banyak dihiasi puisi – puisi indah (Sok puitis deh), kata – kata mesra, saling meyakinkan satu sama lain. “Beb, kamu itu wanita paling cantik yang aku temuin, aku beruntung banget loh dapet kamu, ibarat mangga kamu itu mangga aromanis yang matengnya itu pas”, si ceweknya jawab “Masa sih yang (peyang...hehehe)....? kalo aku mangga kamu apa dong yang?” (palingan tuh cowok cuma jadi codotnya... ati – ati...hahaha), terus sih cewek juga bilang “aku juga beruntung banget dapet kamu udah ganteng, baik, perhatian, pokoknya aku pingin kamu jadi yang terakhir buat akuh”... preettttt.... itu kan awal – awal pacaran, kalo udah dipertengahan sudah mulai berbeda, yang akan mereka lihat adalah sisi kekurangannya, berbeda dengan awal pacaran. Akan ditemui situasi dimana sedikit – sedikit akhirnya jadi masalah, dan seandainya sudah merasa bosan dan jenuh gampang aja dipikiran mereka yaitu cari yang lain masih banyak. Makanya pacaran mengajarkan ketidak konsistenan dan lebih cenderung tidak memiliki prinsip.
Keempat, Pacaran ajang untuk ‘mecicipi’
Judulnya agak gimana gitu ya, hehehe.... maksudnya gini, ada yang bilang “Aku pacaran nda ngapa – ngapain koq palingan cuma pegangan tangan”. Palingan cuma pegangan tangan, pegangan tangan juga nyoba kali. Jalan – jalan berdua, terus ngomong mesra. Kalo sreg dihati nanti lanjut terus kalo ternyata nda cocok ya udah “loe gue end”.
Kelima, “saya pacaran juga niatnya buat nikah”
Pacaran mau buat main – main, nyoba – nyoba ataupun kearah yang serius seperti pernikahan tetep dalam islam tidak ada istilah pacaran. Karena gini, melihat dari sisi kemanfaatan dan kerugiannya, akan lebih banyak ruginya. Contoh sederhana gini, saat sudah pacaran lama dengan seseorang kemudian ternyata kita menikah dengan orang lain yang terjadi kita rugi waktu yaitu menghabiskan waktu bersama orang yang bukanlah menjadi pendamping hidup kita. Atau misal malah dianya yang menikah dengan orang lain kitanya juga yang rugi, cuma kenyang makan harapan.hehehe... Eh tapi emang bener pacaran buat latihan, buat terlatih patah hati. Ciiiiaatt... Hahaha... tapi nda gitu juga caranya kali, akan banyak cara yang lebih berkualitas untuk menjadikan hati kita terlatih bersabar dengan kebaikan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih kuat dan dewasa bukan terlatih bersabar karena ga ada lagi pilihan, ditinggal mantan, akhirnya pusing tak karuan, move on butuh tahunan. Hahaha... Bukannya jadi pribadi yang kuat tapi sebenarnya pasrah dengan keadaan jadi keliatannya sok kuat. Banyak kerugian lainnya yang tidak bisa dijabarkan satu per satu.
Terus, Solusinya apa dong?
Solusinya adalah temui langsung orang tuanya, terus minta SIP (Surat Izin Pernikahan... hahaha). Jangan disalahpahami arti, karena pernikahan tidak sekonyol itu. Tetap harus ada prosedur yang berlaku. Tidak ujug – ujug baru ketemu bilang “mau ga jadi pendamping hidupku?”... sana juga mikir “siapa elo?!” hehehe.... tetap ada proses pendekatan dalam jangka waktu yang mungkin tidak begitu lama (ditentukan) untuk saling berbagi, saling mengerti, dan saling mendalami satu sama lain apakah dari kepribadian atau faktor lainnya cocok atau tidak cocok, sreg atau tidak melalui pihak ketiga bisa via ortu atau memang orang yang dipercaya (yang mengenalkan). Proses ini dinamakan ta’aruf. Tujuannya satu dan jelas, yaitu melangkah kedepan, menuju pelaminan, dan membangun kebahagiaan. Cieee.... tapi memang dari kedua belah pihak sudah memahami betul masalah seperti ini, tidak mengapa jika salah satu tidak begitu paham tapi harus diberi penjelasan agar tidak terjadi misscommunication. Ada yang bilang “ta’aruf seperti membeli kucing dalam karung”, itu tidaklah benar karena tetap ada prosedur tidak asal comot aja, disinilah islam meletakkan wanita dengan kemuliaan, bukan untuk ajang coba – coba tapi jelas kedepannya, tidak ada janji semu ataupun terlalu lama menunggu apalagi harapan palsu. Disini wanita diibaratkan seperti mutiara yang tersimpan baik karena bukanlah orang sembarangan yang mampu membelinya, mutiara yang cantik nan indah dibentuk dari proses yang lama dan tidaklah mudah maka dari itu pantaslah harga mutiara sangat mahal. Ini sangatlah berbeda dengan pacaran. Orang pacaran bisa dikatakan mencintai seseorang karena pandangan awal, hubungan mereka dimulai dari rasa cinta diawal artinya mudah sekali bagi mereka untuk mencintai dan ini akan menjadi sesuatu yang biasa bagi yang pacaran untuk mengumbar cinta mereka. Disaat mereka jenuh dengan pasangannya bisa jadi mereka mudah melabuhkan hatinya ke cinta yang lain.... hehehe.... pas lagi nda jenuh aja gampang. Wkwkwk...
Berbeda dengan ta’aruf terkadang memang ada yang dipertemukan dalam keadaan saling mencintai tapi mereka memilih untuk kehalalan cinta yaitu menikah tapi banyak dari mereka yang harus membangun cintanya sembari membangun rumah tangganya dari nol. Artinya mereka belajar saling mencintai dari yang awalnya belum cinta, mereka belajar bersabar dengan kekurangan orang yang sedang diperjuangkan untuk dicintai, dan mereka belajar menerima orang yang sedang ia usahakan untuk dicintai. Bisa disimpulkan cinta mereka tidaklah dibangun secara instan sehingga sulit bagi mereka menjatuhkan hati ke yang lain setelah bertahun – tahun lamanya ia membangun cinta, karena mereka menyadari dan mengerti betapa sulitnya mencintai.
Semoga bermanfaat. hihiihiii
More about5 Alasan Tidak Memutuskan untuk Pacaran
------------------------------------------------------------------------------------

Cobalah Sedikit Bersabar

Diposting oleh Unknown on Senin, 03 November 2014


Banyak waktu yang harus kau buang dengan mengharap suatu kepastian yang belum tentu pasti. Terbuai angan yang tinggi seakan kau akan meraih indahnya bintang namun yang terjadi semakin tinggi kau ingin menggapainya maka akan semakin dalam dan sakit jika kau terjatuh kebawah bahkan kedasar lautan. Kau tenggelam ke bawah dan sulit untuk muncul ke permukaan. Yang harus kau butuhkan adalah sabar. Cobalah sedikit sabar hingga mereka yang harus menggapaimu dan Kau pun berjuang untuk menggapainya namun dengan suatu pertemuan yang jelas dan pasti kemana arahnya. Cobalah sedikit sabar sampai tidak ada pembicaraan kecuali mengarah ke kemuliaan muru'ah yang tak harus lama kau menunggu, buang waktu dan angan semu. Ini bukan hanya masalah cocok dan tidak cocok, suka dan tidak suka tapi akan banyak hal indah yang akan kau dapatkan lebih dari itu, yaitu kemuliaan cinta yg hanya bisa diraih dengan proses yang baik dan benar caranya. Yang harus kita pahami bukan hanya kehalalannya yang ingin kita raih tapi keberkahan di dalamnya yang akan semakin mengobarkan cinta kepada-Nya.

More aboutCobalah Sedikit Bersabar
------------------------------------------------------------------------------------

3 Tipe Jomblo

Diposting oleh Unknown on Rabu, 13 Agustus 2014

Sebenernya lagi bingung mau nulis apa tapi kalo tidak menulis mau apa lagi karena ada waktu luang daripada digunakan untuk hal lainnya mungkin menulis adalah salah satu teman di saat sendiri dan sebagai hiburan saja bagi saya. Adapun nilai tambahannya adalah semoga ada manfaatnya dari apa yang saya tulis. Memang kesendirian kadang membosankan (#Curhat)... biasa mblo... hehehe. tapi mendinglah semoga terhindar dari yang namanya pacaran atau hts-an, php-an atau yang semisal dengan itu. Kadang di zaman sekarang mungkin pacaran sudah sangat biasa terlihat dan dilakukan sudah tidak dibendung lagi bahasa jawanya wis pating tlektek... haha... kalo nda ngarti lupakan saja. :D, kadang ada yang menilai nda punya pacar itu salah satu aib. Ngerii amat yak?hehe... padahal yang suka pacaran itu mungkin malah jadi aib. Upps... tidak bermaksud nyindir nih. Pisss.... tapi memang yang membuat pingin tuh bukan melihat orang – orang yang ‘bahagia’ sama pacarnya tapi kalo liat temen – temen udah pada nikah dengan kesabarannya. Jadi curhat lagi deh. Wkwkwk... artinya menikah dengan kesabarannya itu melihat mereka sibuk fokus memperbaiki diri mereka sebelum jodoh menjemput. Widdiiih.... hehe... mereka menahan keinginan mereka untuk melakukan hal yang bisa mereka lakukan seperti pacaran namun mereka mampu menahannya. Keren yaah? : ) 

Tapi ada jebakan lain loh selain menisbatkan diri kearah pacaran, apa ituuu?? Jreenngg.... betul sekaliii, yaitu mereka yang suka HTS-an atau PHP-an. Apa bedanya sih Pacaran sama HTS-an? Bedanya itu statusnya aja tapi esensinya sama ajah. #pengalaman hahaha...  mungkin mereka yang gagah merasa terhindar dari pacaran coba berpikir ulang,  jangan – jangan kejebak sama hubungan yang satu ini (HTS/Hubungan Tanpa Status). Kadang mereka yang suka mencela jomblo... mana nih mblo? Muncul loe mblo lagi gue sebut nih. Hehehe.... (saya yang pertama kali muncul... ciiaa...hiks) mereka yang suka mencela jomblo harus tau dong tipe jomblo itu nda cuma satu jenis. (walaupun esensinya sama : ( sama – sama jomblo... hehe ). Tipe jomblo itu ada 3 tipe, tinggal instropeksi ntar kamu di posisi yang mana yaaa. 

1. Jones
Jones (Jomblo Ngenes) adalah salah satu tipe jomblo yang dimana mereka menginginkan pasangan untuk sekedar pacaran, happy – happy, for fun atau yang lainnya lah dengan alasan tertentu atau klasik seperti ingin diperhatiin, ingin merhatiin, pingin ada yang nanyain met makan, met bobo, met mumet lah... hahaha... tapi mereka udah berusaha cari pacar selalu ditolak akhirnya nda dapet – dapet pacar deh. Ngenes banget loh mblo, kalo loe ada di posisi ini mending pindah ke tipe jombo yang lain yaa. Serius nih, minat inbox. #hloh... hahaha 

2. Josua
Josua (Jomblo Biasa uaja) adalah tipe jomblo yang mereka sebenernya menginginkan pacaran dan mereka mampu tapi terhalang hal lain seperti mereka tidak diperbolehkan sama ortu nya atau emang sengaja lagi cari – cari yang cocok. Tapi jomblo tipe ini tidak ada istimewanya. Hehehe

3. Joker
Joker (Jomblo Keren) adalah tipe jomblo dimana mereka mampu untuk menjalani suatu hubungan (pacaran atau hubungan yang semisal) tapi mereka menahannya dari hal yang demikian karena mereka mencoba lebih fokus pada perbaikan dan kualitas diri, menghindari dosa katanya karena mereka lebih punya prinsip menjalani hubungan hanyalah pada di waktu yang menurut agama itu sah dan halalan toyyiban dengan proses yang benar pula.hehe... nih jomblo gini emang jomblo keren. Loe yang ada di posisi ini bersyukur ya... :D 

Monggo tanyakan pada diri anda, kamu ada di posisi mana mbloo??

Semoga bisa terhindar dari pacaran atau semisalnya ya, yang sudah pernah semoga di istqomahkan tidak melakukannya lagi. yang belum pernah jangan coba - coba deh. :D

Menjadi lebih baik, cari yang baik dengan proses yang baik.

“Orang islam yang memandang persoalan tidak dengan sudut pandang islam ia sedang berhenti menjadi muslim” (Kutipan Ustadz @bachtiarnasir)

More about3 Tipe Jomblo
------------------------------------------------------------------------------------

Makna Cinta

Diposting oleh Unknown on Selasa, 05 Agustus 2014


Cinta kadang tumbuh merasuk jiwa, datang dengan membawa perasaan berbunga – bunga dalam hati kita. Kadang akal berkata”ini belum saatnya” namun  hati berkata”tapi aku mencintainya”.

Makna cinta memang sangat luas,namun kita bisa mengetahui makna cinta dari efek perasaan yang kita rasakan. Jangan salah artikan cinta.
Cinta itu......”cerita indah antara aku dan dia” apakah benar akan selalu indah???mungkin indah
dipandangannya tapi jika Allah murka, apakah bisa dikatakan indah???
Cinta itu......”Anugerah yang terindah yang Allah berikan kepada kita”.... ya,,sekilas dari perkataan tadi memang benar Allah meng-anugerahkan cinta kepada setiap hamba-Nya agar timbul rasa saling mengasihi dan saling mencintai.
“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran-Nya)ialah Dian menciptakan pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri,agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang . Sungguh,pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda(kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir”.
Subhanallah,,begitu indahnya kalamullah yang Allah sampaikan melalui Ruhul Qudus (malaikat Jibril) kepada kekasih-Nya yang diabadikan dalam Al Qur’an Surat Ar Rum ayat 21 tadi,Allah menciptakan berpasang-pasangan agar hati kita merasa tenteram dan Allah lah yang menumbuhkan rasa kasih sayang tersebut.
Namun cinta bukan selalu berobjek kepada lawan jenis,Rasulullah tentu tidak mengajarkan untuk mencintai lawan jenis saja, namun bersifat kaafah(keseluruhan),kepada Allah dan Rasul-Nya tentunya, saudara seiman laki-laki,saudara seiman perempuan,kepada hewan pun kita harus memiliki rasa cinta yang menumbuhkan rasa kasih sayang.ada hadist yang menyebutkan bahwa ada seorang perempuan yang mengurung kucing sampai mati tanpa memberi makan kepadanya, seorang perempuan itu  pun memperoleh azab karena hasil perbuatannya itu.
“Diriwayatkan dari Muadz bin jalal ra.bahwa Rasulullah saw meraih tangannya lalu mengatakan aku mencintaimu!!aku mencintaimu!!....”  sungguh luar biasa makna cinta itu,cinta yang menumbuhkan keimanan yang menyejukan sanubari,yang memiliki kekuatan didalam hati.namun jika kita salah mengartikan cinta adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada kita dalam arti sempit,hanya berobjek kepada lawan jenis, maka cinta inilah yang harus kita pertanyakan. Cinta atau kah nafsu???
Kadang nafsu yang mengatas namakan cinta sangat berbahaya. Cinta yang seharusnya membawa pada kemuliaan, akan jatuh kepada kehinaan,cinta yang seharusnya menghantarkan kepada kesucian namun dengan mudahnya ternoda, cinta yang seharusnya bisa mendekatkan kita kepada Allah namun malah terasa menjauh dan terus menjauh.
Cinta karena nafsu dan karena Allah akan berbeda efeknya. Cinta karena nafsu akan menumbuhkan kehinaan,meruntuhkan kehormatan,menurunkan kewibawaan,merusak keindahan,menjatuhkan diri kita kedalam jurang kebinasaan.
Cinta karena allah akan menumbuhkan ketaatan,memberikan  ketentraman jiwa,munculnya kekuatan yang luar biasa,iman yang semakin teguh nan kokoh.cinta yang seperti ini tidak hanya di dunia namun untuk kehidupan yang kekal nan abadi nantinya.

“Sesungguhnya engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai”
Ya benar...dari potongan hadis Bukhari wa Muslim diatas menunjukan bahwa kecintaan kita pada seseorang akan membawa kita kepada kemuliaan ataupun sebaliknya,tergantung kepada siapa kita mencintai.
Anas ra. Berkata “aku mencintai Allah dan Rasul-Nya juga Abu Bakar dan Umar dan aku berharap semoga kelak aku dikumpulkan bersama mereka walaupun tidak beramal dengan amalan mereka”
Subhanallah,, Anas ra. Memiliki modal yang begitu luar biasa yang dimana dia tidak bisa beramal seperti amalan para sahabat yang telah dijamin surga kata Rasulullah.cinta inilah yang memberikan izzah kepada setiap insan yang mengukir keindahan didalam relung jiwa yang berbuah manis iman didalam hati.

Cinta tidak seharusnya dipandang dari segi fisik
Cinta tidak seharusnya dipandang dari segi jabatan
Cinta tidak seharusnya dipandang dari segi keturunan

Namun jika engkau hendak mencintai seseorang, maka cintailah ia karena baik agamanya, maka cinta akan selalu bersemi dikala hujan lebat turun,badai melanda dan berharap cintanya diridhoi oleh-Nya. Tutur kata yang lembut berisikan nasehat menghantarkan ketaatan kepada Sang Pencipta yang mampu meredam kemaksitan menjadi ketaatan,kejahatan menjadi kebaikan, amarah menjadi ramah,gelap menjadi terang dan benci menjadi cinta.
More aboutMakna Cinta
------------------------------------------------------------------------------------

Saat Hati Sudah Terlanjur Kecantol si dia

Diposting oleh Unknown


Deg... deg...deg...deg... koq jantung terasa semakin cepat berdetak ya saat lihat si dia seakan nafas ini pun berhembus tidak beirama... jangan – jangan ??!...
pertanyaan yang muncul dibenak kita, dialog hati dan pikiran pun seakan saling berlawan.
Hati : sepertinya aku sudah merasakan hal aneh yang tidak aku rasakan sebelumnya.
Akal : apa yang kamu rasakan ?
Hati : aku merasakan ada “getaran” yang aku terima saat melihat si dia, dan apa yang kamu pikirkan?
Akal : bukankah ini belum saatnya?!
Hati : iya aku tahu itu, tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku.....
Akal : bahwa apa??
Hati : bahwa aku telah terpaut dengannya. . .
Akal : (hanya terdiam. . . seakan tidak bisa berpikir lebih jauh).
Wow... kalo gini, gimana ya lanjutan ceritanya?. . . pasti tidak sedikit dari kalangan usia remaja atau dewasa merasakan indikator yang sama melihat sang pujaan hati yang diimpi – impikan terasa sudah didepan mata. Ciiieeeee... ;)
Rasa suka memang tidak bisa ditolerir kehadirannya, dan tidak melihat siapa yang didatanginya. Entah muda atau tua, gadis atau janda, miskin atau kaya, bahkan bisa datang merasuk ke hati para aktivis dakwah... waduwh...
Ini bukan perkara yang sepele atau mudah dilupakan bahkan butuh waktu yang lama untuk bisa lepas darinya. Yang kecantol pakaian, it’s ok lah kita bisa dengan mudah melepasnya, tapi kalo hati udah kecantol... beeehh.... sulit dech lepas darinya.... hehehe...
Mau makan keinget dech, “dia udah makan belum ya...? makanan kesukaan dia apa sih?”
Jalan – jalan ke mall  lihat baju bagus, “kayanya kalo dipakai sama dia tambah cakep dech”
Mau tidur kepikiran “tadi si dia tersenyum ke gue... senyumnya itu loh”  eeh... malah bisa – bisa doa tidurnya tiap hari “Ya Alloh, semoga besok bisa melihat dan bertemu dengannya walau hanya satu detik dimata”... haduh... kalo gini dah parah.... saran mending hubungi dokter hati terdekat.... hehehe....
Apalagi kalo menghadiri undangan nikahan temennya... “ooh... senangnya... kapan ya aku bisa menikah dengan nya :)” sambil tersenyum...
“apakah iya aku nanti berjodoh dengan dia?kalo nda gimana?  :(” raut wajah berubah menjadi cemberut. Lengkap dech kegalauan hati di setiap  hari – hari nya.
Yang dipikirkan hanya si dia, dia dan dia. . . (cape’ deh). . . kerjaannya Cuma nge-like update status sang pujaan hatinya... wkwkwk (kurang kerjaan aja nih orang.. hehe). Kalo sudah begini ceritanya, bagaimana ya saat hati sudah terlanjur terpaut dengan si doi? Jawabannya mungkin hanya ada satu jalan yaitu lebih mendekatkan diri kepada Alloh (dan harus kita akui bahwa itu jawaban yang sering kita dengar... hehehe). tapi apakah semudah itu?? Tidak! Semua butuh perjuangan. Kita harus benar – benar mengerti esensi dari makna cinta itu sendiri, siapa yang memberikan rasa cinta didalam hati setiap insan, dan kepada siapa hakekat rasa cinta itu kita labuhkan.
cinta ataukah nafsu ? terkadang beda tipis sekali antara cinta dan nafsu. Yang membedakan adalah cara kita menyikapinya. Jika rasa cinta itu tumbuh pada seseorang dan dia menginginkan akan kehalalan cinta tersebut dengan menikah tanpa menunggu waktu yang lama maka inilah yang disebut cinta dan seandainya tidak bisa menikah pada jangka waktu yang dekat setidaknya  ia bisa meminimalisir persaannya dengan diam (tanpa hubungan khusus diluar pernikahan) dan berharap yang terbaik dari Alloh subhanahu wa ta’ala. Namun jika ia mengharapkan adanya hubungan khusus dan menghalalkan segala cinta sebelum menikah maka inilah yang disebut nafsu. Wallahua’alam.
Dan kita sebenarnya mengetahui bahwa yang memberikan cinta itu adalah Alloh dan kepada Nya lah kita melabuhkannya. Namun kita hanya baru pada tahap mengetahui belum menyadari. Inilah yang terkadang membuat kita terjatuh pada yang namanya VMJ (Virus Merah Jambu) . alhamdulillah yang sudah bisa lepas dari perkara ini tapi kalo yang belum jalan terbaik jika sudah terpatri dengan si doi ya menikah. Kalo belum bisa, tahan dulu aja dech... sabaaarr... hehe... bisa juga dengan menambah amalan – amalan yang bisa menambah keimanan dan mendekatkan diri kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Nda harus banyak koq, sabda Rasululloh sedikit tapi konsisten. Terkadang cinta kepada makhluk membuat kegalauan atau kegundahan hati namun jika cinta kita terpaut kepada Alloh maka tidak ada sesuatu yang lebih indah atau lezat selain beribadah kepadanya dengan tulus dan ikhlas. Benarlah perkataan Ibnul Qoyyim rahimahulloh : “orang yang sedang jatuh cinta, tidak ada kenikmatan bagi hatinya yang melebihi nikmatnya mendengarkan perkataan orang yang di cintainya.oleh karena itu bagi mereka yang mencintai Alloh, tak ada kelezatan melebihi lezatnya mendengarkan Al Qur’an” .
Cinta kepada Alloh berbeda dengan cinta kepada makhluk-Nya. Cinta kepada Alloh akan menghilangkan rasa was – was atau kegundahan hati.
Berkata Ibn Qoyyim : “Adapun mencintai Alloh subhannahu wa ta’ala maka keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencintai selain-Nya karena tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya, Dialah sesembahan yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, pengaturnya, pemberi rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai Alloh subhannu wa ta’ala akan menentramkan hati, menghidupkan ruh, kebaikan bagi jiwa, menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik, dan bagi akal yang suci daripada mencintai Alloh dan rindu untuk bertemu dengan-Nya”
Satu catatan yang harus ditanamkan pada hati kita saat mungkin sudah terlanjur terpaut kepada seseorang yang kita cintai adalah ”cintailah Alloh maka Alloh akan mempertemukan kita dengan seseorang yang mencintai Alloh pula”. So sweet. . . hihihii. . .
Ya memang betul adanya, sehingga pikiran dan perasaan kita tidak terlalu terforsir akan orang yang kita cintai, tapi lebih fokus dan tawakal kepada Alloh akan jodoh yang sudah disiapkan yang terbaik untuk kita bukan keinginan kita. Cintailah orang yang engkau cintai itu sekedarnya saja, sebab barangkali suatu hari dia akan  menjadi orang yang engkau benci, dan bencilah orang yang tidak engkau sukai itu sekedarnya saja sebab barangkali suatu hari dia akan menjadi orang yang kamu cintai. (HR.Tirmidzi)
“.... boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Alloh mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”(Q.S. Al-Baqoroh [2]: 216)
Dengan memahami hadits dan ayat di atas kita akan menyadari bahwa mungkin sekarang kita mencintai seseorang tapi bisa jadi orang yang sekarang kita cintai suatu hari nanti akan menjadi orang yang kita benci karena Allohlah Sang Pemilik hati. Dia Dzat yang membolak – balikan hati. Dan Alloh maha mengetahui apa – apa yang terbaik untuk hambanya bukan yang terbaik menurut kita. So, lebih baik fokus pada perbaikan diri daripada harus memikirkan si doi yang mungkin belum tentu menjadi jodoh kita. J semakin baik kualitas diri maka akan mendapatkan jodoh yang baik pula, siapapun itu. Insyaalloh.
Ya Alloh Ya Rabb. . .
Seandainya aku mencintai seseorang yang melabuhkan cinta ini kepada-Mu maka sirami cinta ini agar tumbuh subur didalam hatiku.
Seandainya aku mencintai seseorang melebihi cintaku pada-Mu maka hapuskanlah rasa cinta ini didalam hatiku.
Seandainya orang yang aku cintai membuat diriku semakin jauh dari-Mu maka cabutlah rasa cinta ini dan gantilah dengan seseorang yang bisa membuatku semakin mencintai-Mu.
Seandainya aku mencintai seseorang tidak tulus karena Mu tapi karena nafsu maka hilangkanlah . . . atau luruskanlah agar cinta ini kembali kepada Mu.
Ya Alloh Ya Robb. . .
Jangan Kau hinakan hamba karena cinta tapi buatlah hamba semakin kuat karenanya.
Jangan Kau lalaikan hamba karena cinta tapi buatlah hamba semakin banyak mengingat-Mu karenanya.
Jangan Kau jauhkan hamba karena cinta tapi buatlah hamba semakin dekat dengan-Mu karenanya.
Karena cinta yang yang menghinakan, melalaikan, menjauhkan itu bukanlah cinta tapi nafsu.
Ya Alloh Ya Robb. . .
Engkau yang paling tau tentang diri hamba. . .
Engkau yang paling mengerti sikap dan sifat asli hamba. . .
Engkau yang paling mengetahui kualitas iman hamba. . .
Hamba mohon kepada Engkau wahai Dzat yang membolak – balikan hati. . .
Tetapkanlah hati ini pada ketaatan-Mu dan agama-Mu.
Jangan biarkan diri ini tetap dalam keburukan dan jauh dari kebaikan. . .
Mudahkanlah hamba untuk memperbaiki diri dari segala kesalahan yang pernah hamba perbuat.
Dan jauhkanlah hamba dari kemunafikan. . .
Sesungguhnya laki – laki yang baik untuk perempuan yang baik dan laki – laki yang buruk untuk perempuan yang buruk. Begitupun sebaliknya.
Maka jangan biarkan hamba tetap pada keadaan yang jauh dari kebaikan karena hambapun menginginkan jodoh yang baik pula.
Engkaulah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. . .
Sesungguhnya tidak ada daya upaya dan  kekuatan melainkan dengan pertolongan-Mu Ya Robb. Laa haula wa laa quwwata illa billahi.
Ya Alloh Ya Robb. . .
Seandainya aku mencintai seseorang yang baik untuk ku dan aku baik untuk nya maka izinkanlah aku menjadi pendamping hidupnya. . .
Izinkan Ya Robb. . .
Izinkan dia untuk ku. . .
Dan aku untuk nya. . . aamiin.
More aboutSaat Hati Sudah Terlanjur Kecantol si dia
------------------------------------------------------------------------------------

Surat Untuk Sahabat

Diposting oleh Unknown


Senyumu adalah kebahagianku
Tawamu adalah kegembiraanku
Tangismu adalah kegelisahanku


Suatu ungkapan kepada seseorang yang penuh arti dalam hidup kita, yang memilki keistimewaan, yang
selalu memberikan semangat dalam hidup ini.Penuh keceriaan yang tak akan mudah pudar dan tak akan terlupakan sampi nanti.

Diamnya adalah simbol kewibawaan, senyumnya menggambarkan ketulusan hatinya, tutur katanya bagaikan mutiara yang tersimpan dengan baik. Ukhuwah yang selalu terjaga tak akan ada yang bisa memisahkan kita. Canda, tawa, senang dan duka kita lalui bersama. “jika salah satu bagian tubuh terasa sakit maka seluruh bagian tubuh akan merasakan sakit pula” sabda Rasulullah menggambarkan kecintaan/kasih sayang/kepedulian kita terhadap sesama.
Berjuang bersama untuk meraih satu tujuan, memiliki satu pandangan kedepan untuk mencapai titik klimaks menggapai kemuliaan. Jarak tak bisa memisahkan ukhuwah kita, doa sebagai  kata  yang indah yang memilki kekuatan untuk menguatkan hati kita.
Membangun kepercayaan yang tak mudah, mengemban amanah yang tak ringan.
Ayolah sahabat!!!...kita hadapi bersama, kita jalani bersama, kita emban bersama amanat yang begitu berat yaitu menjadi khalifah dibumi Allah ini. Dengan bersatu semakin kokohlah kekuatan dan iman kita.
Perpecahan membuat kita kita berpisah dan lengah terhadap tugas kita, dengarlah sahabat!!...kita saling membutuhkan satu sama lain, marilah saling berta’awun (tolong – menolong), kokohkan bangunan yang sempat runtuh, kita bangun lagi untuk mendapatkan kejayaan seperti yang telah lalu. Aku butuh nasehatmu wahai sahabat, aku begitu membutuhkan mu!!! Saat air mata ini menetes merindukan nasihatmu yang begitu berharga untuk ku,maka luruskan lah aku dengan sikap lemah lembutmu dikala ku salah. Aku hanya manusia biasa yang berlumuran dosa yang diliputi kehinaan diri yang membutuhkan sahabat sejati untuk bersama – sama memperbaiki diri, memperbaiki kesalahan – kesalahan kami.


Wahai Sahabat....
Ku merindukan nasehatmu….
Ku merindukan kebersamaan, kebersamaan yang penuh harap, penuh harap untuk mendapatkan ridho- Nya.
Wahai Sahabat....
Maafkanlah perkataanku yang pernah menyakiti hatimu..
Yang pernah menyinggung perasaanmu..
Jikalau ku pergi dan tak akan pernah kembali maka maafkan lah aku karena semua itu sangat berarti bagiku.dan selimuti aku dengan doa – doa disetiap hari mu.
Wahai sahabat....
Jika sedihmu karena ku
Jika kau kecewa karena ku
Jika kau tak lagi mempercayaiku
Jika kita tak lagi saling berbagi
Aku minta kepadamu, kita bangun lagi dari awal kepercayaan yang sempat pudar.
Aku ingin mengganti sedihmu dengan senyum.
Aku ingin mengganti kecewamu dengan kebahagiaan.
Sisakan waktumu sejenak untuk ku agar kita bisa saling berbagi.
Wahai Sahabat....
Jika ku berbuat salah, jangan lah kau menjauhi ku dan membenciku
Nasehati aku wahai sahabatku tentu kita tak ingin menjadi orang yang merugi. Seperti yang telah Allah firmankan :”sungguh manusia dalam kerugian kecuali orang yang beriman yang melaksanakan sholat dan saling nasehat – menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat – menasehati dalam kesabaran”
Wahai Sahabat....
Ana ukhibukum fillah.


Ya Allah …
Kokohkan lah ukhuwah kami.
Ridhoilah pertemuan kami.
Tuntunlah hidup kami agar selalu pada jalan yang diridhoi- Mu
Ampuni kami dari kesalahan dan dosa – dosa kami.
Ya Allah…
Kami sadari bahwa kami hanya manusia biasa yang lemah dan tak lepas dari kesalahan dan dosa, namun kami berharap ampunan Mu dan berikan kami kemudahan untuk memperbaiki diri serta kuatkanlah hati kami untuk tetap istiqomah dijalan Mu sampai akhir hayat nanti.
Ya Allah…

Kumpulkan kami bersama orang – orang sholeh yang mendapat rahmat dan kemuliaan disisi Mu…Amiin Ya Robb.
More aboutSurat Untuk Sahabat
------------------------------------------------------------------------------------
 

Blog Followers